Loading
WASPADA BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM OBAT TRADISIONAL
##common.pageHeaderLogo.altText##
Vol. 6 No. 1 (2025) Articles

WASPADA BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM OBAT TRADISIONAL

Published 2025-04-18
Titi Pudji Rahayu , Irmawan Andri Nugroho , Laely Fitriyati , Eka Wuri Handayani , Anwar Sodik , Wiji Sri Kusumaningsih
Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti) , Vol. 6, No. 1 (2025) , pp. 28-34 , Published: 2025-04-18
1 Universitas Muhammadiyah Gombong

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan obat tradisional telah meningkat seiring dengan slogan back to nature, hal ini dibuktikan oleh semakin banyaknya industri jamu dan farmasi yang memproduksi obat tradisional.  Masyarakat kecamatan Klirong masih ditemukannya penggunaan obat tradisional berbahaya dan obat beredar tanpa adanya ijin. Sehingga penting dilakukan kegiatan pengabdian kepasa masyarakat tentang waspada bahan kimia obat (BKO) dalam obat tradisional.

Tujuan penelitian: memberikan informasi kepada masyarakat tentang waspada bahan kimia berbahaya dalam sediaan obat tradisional.

Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental peserta dilakukan pretest dan postest untuk mengetahui peningkatan pemahaman tentang bahaya bahan kimia obat yang terkandung dalam obat tradisional sebelum dan sesudah kegiatan.

Hasil: Hasil pengabdian masyarakat didapatkan nilai rata-rata pretest adalah 59,09 dan nilai rata -rata post test adalah 88,75 dan terjadi peningkatan nilai pretest dan post test sebesar 50,19%. Pada nilai tingkat kepahaman didapatkan hasil peserta yang sangat paham nilai presentase sebesar 78,79%, peserta yang paham nilai presentase sebesar 21,21% dan peserta yang kurang paham nilai presentase sebesar 0%.

Kesimpulan: Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengalami peningkatan pemahaman dan ketrampilan dalam mewaspadai bahan kimia obat (BKO) dalam obat tradisional dengan presentase hasil analisis 78,79% sangat paham, 21,21% paham dan 0% kurang paham

Rekomendasi: Menyarankan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam mengedukasi bahaya BKO dalam obat tradisional.

Kata kunci : BKO, Obat tradisional, Masyarakat

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Candra, A., & Sudiarta, I. K. (n.d.). Efektivitas Peraturan Mengenai Penataan, Pembangunan, Dan Pengembangan Kawasan Pariwisata Di Nusa Penida. Kertha Negara: Journal Ilmu Hukum. https://ocs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/41943
  2. Indartato, Daryono, Sutopo, B., Hendriyanto, A., & Sukarni, E. (2021). Sosial Budaya Masyarakat Pacitan.
  3. Khuluq, H., Rahayu., Handayani, E & Nuraini, I (2024). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Obat Tradisional Yang Aman di Desa Sukomoyo, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti), Vol 5, No 2. https://doi.org/10.26753/empati.v5i2.1453
  4. Khuluq, H., Rahayu, T. P., & Agustin, S. T. (2022). Edukasi Dan Sosialisasi Vaksin Dan Vaksinasi Covid-19 Di Desa Pesawahan, Binangun, Kecamatan Kabupaten Cilacap. Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti), 3(3),176. https://doi.org/10.26753/empati.v3i 3.854
  5. Lidyana, N., & Anggun, D. (2022). Pemberdayaan Ibu-ibu PKK melalui Pelatihan Pembuatan Buket Snack sebagai Alternatif Peluang Usaha Untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 4(4), 514–520. https://doi.org/10.36312/sasambo.v4i4.834
  6. Ningsih, D. R., Widyaningsih, S., & Setyorini, D. (2020). Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Melalui Pelatihan Pembuatan Hand Gel di Desa Purbayasa Padamara Purbalingga. Darma Sabha Cendekia, 2(2), 25–31. http://jos.unsoed.ac.id/index.php/dsc/article/view/3720
  7. Nurlaila, Yetty, & Buamonabot, I. (2020). Pelatihan Kewirausahaan Di Kalangan Ibu-Ibu PKK Di Kelurahan Baistiong Karance, Kota Ternate Selatan. Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Terbuka, January 2020, 282–289. http://repository.ut.ac.id/9105/1/282-289 Nurlaila.pdf.
  8. Prasetyo, I., Saddewisasi, W., Riptek, J., Kunci, K., & Korespondensi penulis, P. (2020). Jurnal Riptek Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Untuk Berwirausaha Membuat Kue Sus Guna Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Keluarga Di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Untuk Berwirausaha Membuat Kue Sus Guna Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Keluarga Di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang, 14 No. 1(1), 60–64. http://riptek.semarangkota.go.id

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 
Home Current Archives New Journal Search