Loading
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
##common.pageHeaderLogo.altText##
Vol. 3 No. 2 (2023) Articles

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

Published 2023-12-31
Satria Eta Mulyana , Laeli Fitriyati , Titi Pudji Rahayu , Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains , Vol. 3, No. 2 (2023) , pp. 11-19 , Published: 2023-12-31
1 Universitas Muhammadiyah Gombong

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan dalam mengatasi infeksi oleh bakteri, namun penggunaan antibiotik dapat menimbulkan efek samping seperti menyebabkan bakteri menjadi resisten sehingga penggunaan antibiotik akan menjadi tidak efektif. Pengobatan alternatif terus dicari dan dikembangkan untuk menghadapi bakteri yang resisten. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan. Kitosan dapat memberikan aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri dapat menggunakan metode paper disk. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode pembuatan kitosan dilakukan melalui tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode paper disk. Pembuatan kitosan didapatkan hasil nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil diameter zona hambat kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi kitosan 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm yaitu 0,34 mm; 2,31 mm; 4,08 mm; 6,08 mm; 8,46 mm. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat terkecil pada konsentrasi 50 ppm yaitu 0,34 mm dan zona hambat terbesar pada konsentrasi 250 ppm yaitu 8,46 mm.

Keywords

Antibakteri kitosan cangkang yutuk (Emerita sp.)
Copyright (c) 2023 Satria Eta Mulyana, Laeli Fitriyati, Titi Pudji Rahayu, Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah

The copyright of the published manuscript belongs to the Author, while JFKS is given the right to publish and reproduce in part or in whole. All articles published by JFKS are open access content under the Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) license.

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  1. The author retains the copyright and the journal publishing rights simultaneously by granting a license under the Creative Commons Attribution License which allows others to share the work with a statement of authorship of the work and initial publication in this journal.
  2. Authors are allowed and permitted to save their articles on institutional repositories or on their websites, as well as other online repositories after articles are published on JFKS.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Agustina, S., Swantara, I. M. D., & Suartha, I. N. (2015). Isolasi Kitin, Karakterisasi, dan Sintesis Kitosan Dari Kulit Udang. Jurnal Kimia, 9(2), 271–278.
  2. Cahyono, E. (2018). Karakteristik Kitosan Dari Limbah Cangkang Udang Windu (Panaeus monodon). Akuatika Indonesia, 3(2), 96. https://doi.org/10.24198/jaki.v3i2.23395
  3. Depkes RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/10.2307/jj.2430657.12
  4. Harjanti, R. S. (2014). Kitosan dari Limbah Udang sebagai Bahan Pengawet Ayam Goreng. Jurnal Rekayasa Proses, 8(1), 12.
  5. Haryati, S. D., Darmawati, S., & Wilson, W. (2017). Perbandingan Efek Ekstrak Buah Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan Metode Disk dan Sumuran. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang, September, 348–352.
  6. Imtihani, H. N., Wahyuono, R. A., & Permatasari, S. N. (2020). Biopolimer Kitosan Dan Penggunaannya Dalam Formulasi Obat. Penerbit Graniti. Gresik
  7. Khusuma, A., Safitri, Y., Yuniarni, A., & Rizki, K. (2019). Uji Teknik Difusi Menggunakan Kertas Saring Media Tampung Antibiotik dengan Escherichia coli Sebagai Bakteri Uji. Jurnal Kesehatan Prima, 13(2), 151. https://doi.org/10.32807/jkp.v13i2.257
  8. Komite PPRA. (2016). Panduan Umum Penggunaan Antimikroba. In RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG.
  9. Magani, A. K., Tallei, T. E., & Kolondam, B. J. (2020). Uji Antibakteri Nanopartikel Kitosan terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Bios Logos, 10(1), 7. https://doi.org/10.35799/jbl.10.1.2020.27978
  10. Masindi, T., & Herdyastuti, N. (2017). Karakterisasi Kitosan dari Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa). UNESA Journal of Chemistry, 6(3), 137–142.
  11. Nadia, L. M. H., Ode Huli, L., Nilda Arifiana Effendy, W., Jonas Rieuwpassa, F., Imra, I., Nurhikma, N., & Cahyono, E. (2021). Aktivitas Antibakteri Kitosan dari Tulang Rawan Cumi-Cumi (Loligo sp.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal FishtecH, 10(2), 95–101. https://doi.org/10.36706/fishtech.v10i2.14386
  12. Novita, W. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Sirih (Piper betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Secara In Vitro. Jmj, 4(2), 140–155.
  13. Pratiwi, R. (2018). Mengenal Undur-Undur Laut (Crustacea : Decapoda : Hippidae) dan Manfaatnya Bagi Kehidupan. Oseana, XLIII, 14–26.
  14. Rini, C. S., & Rohmah, J. (2020). Bakteriologi Dasar. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Sidoarjo
  15. Rochmawati, Z. N., Faradina Nabila, & Ainurrohmah, C. (2018). Karakterisasi Kitosan Yang Diisolasi Dari Cangkang Internal Cumi-Cumi. Sainteknol : Jurnal Sains Dan Teknologi, 16(1), 105–112.
  16. Rumengan, I. F. M., Suptijah, P., Salindeho, N., Wullur, S., & Luntungan, A. H. (2018). Nanokitosan Dari Sisik Ikan : Aplikasinya Sebagai Pengemas Produk Perikanan. Universitas Sam Ratulangi. Manado.
  17. Sari, D. P., Prastyana, B. R., & Hardani, P. T. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Kitosan dari Cangkang Bellamya javanica. Medical Sains, 7(3), 485–490.
  18. Sari, Y. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi dan Senyawa Aktif Daun Kardia (Bellucia pentamera Naudin) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Skripsi. Universitas Sriwijaya. Palembang.
  19. Wardhani, D. P. J., Sulardiono, B., & Hendrarto, B. (2016). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Obyek Wisata Alam Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Management of Aquatic Resources Journal, 5(1), 91–100. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/maquares/article/view/10678
  20. Wirahmi, N., Triansyah, M. I., Amri, Z., & Masrijal, C. P. (2021). Uji aktivitas anti bakteri larutan disinfektan alami infusa daun sirih (Piper Betle L.) terhadap Staphylococcus aureus. Prodi D3 Farmasi Universitas Bengkulu, 7(2), 261–265.
  21. Wittriansyah, K., Handayani, M., & Dirgantara, D. (2018). Karakterisasi Kitin dan Kitosan Emerita sp. dari Pantai Pesisir Widarapayung, Cilacap, Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika, 2, 45–51.
  22. Wittriansyah, K., Soedihono, S., & Satriawan, D. (2019). Aplikasi Kitosan Emerita sp. Sebagai Bahan Pengawet Alternatif pada Ikan Belanak (Mugil cephalus)
    [Chitosan Emerita sp. as a Preservative Alternative in Mugil cephalus]. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 11(1), 34–42. https://doi.org/10.20473/jipk.v11i1.12458

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

> >> 
Home Current Archives New Journal Search