Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks
<p><img style="float: left; padding: 0 8px 4px 0;" src="https://i.ibb.co.com/PrqnNsh/JFKS-3D.jpg" alt="" width="180" height="225" /></p><div class="journal-description col-md-8 " style="margin-top: 15px;"><h2 style="text-align: left;"><strong>Journal Description</strong></h2><p><span style="font-size: 12px;">Journal title : <strong>Jurnal Farmasi Klinik dan Sains </strong><br />Abbreviation : <strong>JFKS</strong><br />Accreditation : <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/13942" rel="noopener" target="_blank"><strong>Sinta 4</strong></a> Since 21 April 2025<br />ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20211205142063500" rel="noopener" target="_blank">2809-2899</a> (e) <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20211205292017028" rel="noopener" target="_blank">2809-3828</a> (p)<a href="http://u.lipi.go.id/1180427309" rel="noopener" target="_blank"><br /></a>DOI Prefix : <a href="https://search.crossref.org/?q=2809-2899&from_ui=yes" rel="noopener" target="_blank">10.26753/jfks</a> by <img src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" alt="" width="55" height="15" /><br />First online publication: 2021<br />Languange: Indonesian, English<br />Type of peer-review : <strong>Double-blind<br /></strong>Indexing : <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&order=times_cited&or_facet_source_title=jour.1441032" rel="noopener" target="_blank">Dimension</a> and <a href="/jfks/pages/view/indeksasi" rel="noopener" target="_blank">view more</a> <em class="fa fa-external-link"> </em><br />Frequency : 2 issues/year (June, Dec)<br />Editors : See <a href="/jfks/pages/view/Editorial%20Team" rel="noopener" target="_blank">Editorial Team <em class="fa fa-external-link"> </em></a><br />Citation analysis : | <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=Qq1loxIAAAAJ&hl=id" rel="noopener" target="_blank">Google Scholar</a> | <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&order=times_cited&or_facet_source_title=jour.1441032" rel="noopener" target="_blank">Dimensions</a> |</span></p></div><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 15px;"> </span></p>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombongen-USJurnal Farmasi Klinik dan Sains2809-3828<p style="text-align: justify;">The copyright of the published manuscript belongs to the Author, while <strong>JFKS</strong> is given the right to publish and reproduce in part or in whole. All articles published by <strong>JFKS</strong> are open access content under the <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/">Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0)</a> license.</p><p style="text-align: justify;">Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p><ol><li style="text-align: justify;">The author retains the copyright and the journal publishing rights simultaneously by granting a license under the Creative Commons Attribution License which allows others to share the work with a statement of authorship of the work and initial publication in this journal.</li><li style="text-align: justify;">Authors are allowed and permitted to save their articles on institutional repositories or on their websites, as well as other online repositories after articles are published on <strong>JFKS</strong>.</li></ol>FORMULATIONS OF ANTIOXIDANT Saccharum officinarum (Linn.) LEAFS EXTRACT LOTION WITH DPPH (1,1- Diphenyl-2- Picryhydrazyl)
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1751
Ekstrak daun Saccharum officinarum (SO) mengandung asam fenolat dan flavonoid aglikon trisin (5,7,4-trihidroksi-3,5-dimetoksiflavon). Senyawa fenolik dan flavonoid dalam SO telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimutagenik, dan sebagai inhibitor tirosinase yang kuat. Losion merupakan sediaan kosmetik yang berfungsi untuk melembapkan dan melindungi kulit dengan memberikan efek menenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun SO terhadap kualitas fisik dan aktivitas antioksidan losion. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan formulasi losion dengan konsentrasi ekstrak daun SO sebesar 2,5%, 5%, dan 7,5%. Aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) untuk mengukur kemampuan ekstrak dalam menangkap radikal bebas. Hasil menunjukkan bahwa losion ekstrak daun SO memiliki tekstur lembut, warna hijau, dan aroma khas daun SO. Uji pH, viskositas, daya lekat, dan uji daya sebar memiliki nilai signifikansi 0,00<0,05. Uji antioksidan DPPH menunjukkan Asam askorbat, yang digunakan sebagai pembanding standar, menunjukkan korelasi positif dengan peningkatan konsentrasi dan tingkat penghambatan radikal bebas yang pada konsentrasi 0,4 ppm mampu menghambat radikal bebas 84,513%, dengan nilai IC50 sebesar 0,010. Kontrol positif pada konsentrasi 0,4 ppm mampu menghambat radikal bebas 79,425%, dengan nilai IC50 sebesar 0,000. Kontrol negatif, pada konsentrasi 0,4 ppm menunjukkan penghambatan radikal bebas 78,872%, dengan nilai IC50 sebesar 0,000. F1 konsentrasi 0,4 ppm menunjukkan penghambatan radikal bebas mencapai 83,075%, dengan nilai IC50 sebesar 0,004. F2 pada konsentrasi 0,4 ppm menunjukkan penghambatan radikal bebas 95,907%, dengan nilai IC50 sebesar 0,000. F3 menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi di antara semua formulasi yang diuji pada konsentrasi 0,4 ppm dengan penghambatan radikal bebas mencapai 94,912%, dengan nilai IC50 sebesar 0,000.Penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa ekstrak daun SO cocok digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik antioksidan. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan inhibisi radikal bebas, serta menunjukkan perbedaan signifikan dalam uji pH, daya sebar, dan daya lekat antar formulasi.Arif WijayantoJuvita HerdiantyAntonius Budiawan
Copyright (c) 2025 Arif Wijayanto, Juvita Herdianty, Antonius Budiawan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-31521910.26753/jfks.v5i2.1751UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL BUAH DAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA IKAN ZEBRA (Danio rerio)
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1931
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah tanaman yang banyak ditemui di Indonesia. Buah dan daun belimbing wuluh dikenal banyak memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi salah satunya sebagai agen antikanker. Uji toksisitas akut dapat dilakukan sebagai skrining awal untuk melihat potensi agen antikanker dari suatu senyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak buah dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada ikan zebra (Danio rerio). Metode pengujian menggunakan hewan uji ikan zebra (Danio rerio) yang diberi sampel perlakuan konsentrasi 1000, 800, 400, 200 dan 100 ppm dengan medium akuades dan pengamatan selama 96 jam. Hasil yang diperoleh pada ekstrak daun dan buah belimbing wuluh berturut-turut memiliki toksisitas dengan LD50 591,851 ppm dan 41,609 ppm. Hasil tersebut dapat dikategorikan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki potensi toksisitas yang bersifat toksik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah belimbing wuluh ini dapat dikembangkan menjadi kandidat obat antikanker.Lailiana Garna NurhidayatiEry Nourika AlfirazaIntan Mauli DianaRoos Kemal Krisdiantho
Copyright (c) 2025 Lailiana Garna Nurhidayati, Ery Nourika Alfiraza
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-3152101710.26753/jfks.v5i2.1931CLINICAL OBSERVATION OF MALONDIALDEHYDE FREE RADICAL COMPOUND LEVELS IN URINE SAMPLES OF SMOKERS AND NON SMOKERS GIVEN JUICE WATERMELON (Citrullus Lanatus)
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1933
Malondialdehid (MDA) merupakan biomarker stres oksidatif akibat keberadaan radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar MDA urin dan asam urat pada responden perokok dan non perokok dan mengetahui perubahan kadar MDA urin dan asam urat pada responden perokok dan non perokok yang diberikan minuman antioksidan jus buah semangka (Citrullus lanatus). Metode penelitian yang digunakan adalah pre-post test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA urin pada perokok aktif dan bukan perokok sebelum pemberian jus semangka adalah 2,666 nmol/mL dan 1,506 nmol/mL, sedangkan hasil penelitian setelah pemberian jus semangka pada hari ke-7 pada responden adalah 0,799 nmol/mL dan 0,539 nmol/mL. Sedangkan kadar asam urat awal masing-masing responden sebesar 7,5 mg/dL dan 6,6 mg/dL dan hasil penelitian setelah pemberian jus pada hari ke-7 kepada responden sebesar 6,1 mg/dL dan 5,7 mg/dL. Pada hasil analisis statistik menggunakan uji-t didapatkan nilai p<0,05 pada kadar MDA urin pada perokok dan bukan perokok, nilai p>0,05 pada kadar asam urat perokok dan nilai p<0,05 pada kadar asam urat pada bukan perokok. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus semangka terhadap kadar MDA urin masing-masing responden tetapi tidak terhadap kadar asam uratNUR MASYITHAH ZAMRUDDINKadek Ayu Dwi SeptianiMaria AlmeidaArman RusmanFahriani Istiqamah JafarHerman Herman
Copyright (c) 2025 NUR MASYITHAH ZAMRUDDIN, Kadek Ayu Dwi Septiani, Maria Almeida, Arman Rusman, Fahriani Istiqamah Jafar, Herman Herman
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-3152182310.26753/jfks.v5i2.1933GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DI UPTD PUSKESMAS KUWARASAN TENTANG PRODUK OBAT HALAL
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1845
Kehalalan produk obat menjadi perhatian penting bagi masyarakat Muslim di Indonesia, namun dari 19.483 produk farmasi yang terdaftar di BPOM tahun 2022, hanya 13,27% yang telah bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap produk obat halal dan menganalisis hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat pengetahuan. Metode penelitian adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan potong lintang pada 331 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas (r > 0,361) dan reliabilitas (α = 0,912), kemudian dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (82,77%), berusia 26–40 tahun (28,7%), berpendidikan SMA (58,6%), dengan tingkat pengetahuan baik (94,56%), cukup (4,53%), dan kurang (0,91%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,021) dan pernah mendapat informasi (p=0,001) dengan tingkat pengetahuan. Kesimpulannya, mayoritas pasien memiliki pengetahuan baik tentang produk obat halal. Diperlukan program edukasi berkelanjutan khususnya untuk kelompok dengan pendidikan rendah dan yang belum pernah mendapat informasi tentang obat halal.Intan Fatimah SahroEka Wuri HandayaniTri Cahyani WidiastutiNaelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
Copyright (c) 2025 Intan Fatimah Sahro
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-3152243310.26753/jfks.v5i2.1845ANALISIS PENGARUH STRATEGI BAURAN PEMASARAN DAN IMPLEMENTASI PHARMACEUTICAL CARE TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK PELENGKAP RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1902
Bisnis kefarmasian mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan teknologi dan perubahan kebijakan di bidang kesehatan. Salah satu sarana kefarmasian yang merujuk pada bisnis farmasi adalah Apotek yang merupakan bagian dari UMKM di bidang perdagangan, serta turut membantu meningkatkan perekonomian di Indonesia. Pada pelaksanaannya, orientasi pemasaran farmasi di Apotek tidak hanya terbatas pada produk tetapi juga diterapkannya pharmaceutical care. Salah satu penilaian terbaik tercapainya pharmaceutical care adalah Kepuasan Pasien. Tingginya angka kepuasan pasien dapat mengoptimalkan efektivitas terapi dan meningkatkan profit Apotek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh strategi bauran pemasaran dengan elemen 7P (product, price, place, promotion, people, process dan physical evidance) terhadap implementasi pharmaceutical care untuk meningkatkan kepuasan pasien di Apotek Pelengkap RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Metode penelitian yang dilakukan adalah quantitative observasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebayak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu yang mampu berkomunikasi dengan baik, melihat dan membaca dengan baik, dan berusia lebih dari 12 tahun. Data dianalisis menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kefarmasian, kualitas produk, kompetitif harga, lokasi sarana kefarmasian dan Sumber Daya ManusiaDian ParwatiFridly ManawanImam JayantoNi Nyoman Sri Widya AstutiSalsabila Stefani ChandraMutiara G Mait
Copyright (c) 2025 Dian Parwati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-3152344410.26753/jfks.v5i2.1902TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERSEPSI APOTEKER TERHADAP KEHALALAN OBAT DI APOTEK DI KABUPATEN KEBUMEN
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1414
Indonesia memiliki penduduk mayoritas menganut agama Islam. Tanggungjawab pemerintah adalah memastikan produk sesuai standar kehalalan, termasuk obat-obatan. Peran Apoteker, sangat signifikan dalam menentukan pilihan obat terhadap pasien penggunaan obat yang terkandung bahan yang tidak diperbolehkan oleh umat Islam. Prioritas umat muslim di Indonesia adalah produk yang halal. Status kehalalan suatu obat merupakan hal penting yang akan diperhatikan oleh seseorang sebelum membeli sebuah produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Persepsi Apoteker terhadap kehalalan obat di apotek di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling dengan jumlah apoteker 174. Data diambil dengan cara mengisi kuisioner. Hasil yang diperoleh yakni Tingkat Pengetahuan Apoteker terhadap kehalalan obat berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh 24 responden (31,17%) baik sekali dan 53 responden (68,83%) baik. Sikap apoteker terhadap kehalalan obat diperoleh 62 responden (80,52%) sangat mendukung dan 15 responden (19,48%) mendukung. Persepsi apoteker terhadap kehalalan obat diperoleh 36 responden (46,75%) sangat mendukung dan 33 responden (42,86%) mendukung, 7 responden (9,09%) cukup mendukung, 1 responden (1,30%) tidak mendukung. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan apoteker terhadap kehalalan obat di Kabupaten Kebumen itu baik, sedangkan sikap dan persepsi apoteker terhadap kehalalan obat di Kabupaten Kebumen itu sangat mendukung.Septiana AyuntinasihTri Cahyani WidiastutiMuh Husnul Khuluq
Copyright (c) 2025 Septiana Ayuntinasih
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-3152455310.26753/jfks.v5i2.1414THE TREND OF STUDIES RELATED TO MYASTHENIA GRAVIS AND GENETICS IN VARIOUS POPULATIONS AROUND THE WORLD
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1944
Myasthenia gravis (MG) is an autoimmune disease involving the neuromuscular junction, mainly influenced by antibodies to acetylcholine receptors. In addition, antibodies to Muscle-Specific Kinase (MUSK), Low-Density Lipoprotein Receptor-Related Protein 4 (LRP4). It is essential to determine publication trends regarding Myasthenia gravis because, currently, there are no studies that describe Myasthenia gravis publication trends related to genes in this field of study. Bibliometric analysis is used to see research trends, including frequently used keywords, most published journals, most cited publishers, author agencies, and collaboration between authors depicted in visualization using the VOSViewer application. Bibliometric analysis shows that the research trend is increasing from 1969 to 2023. The most frequently used keywords are myasthenia gravis, human, autoimmune disease, genetics, and article. The leading information related to the data is that the average annual publication is 5.89%, and the average citation for documents is 13.9%. Indonesia, as one of the countries experiencing Myasthenia gravis, has excellent potential to increase the number of research articles, which can be a means of exchanging knowledge, ideas, and technology and also has the potential for collaboration with other countriesDwiki FitriLalu Muhammad IrhamNanik SulistyaniWirawan AdikusumaRahman S SianuMuhammad Ma’ruf
Copyright (c) 2025 Dwiki Fitri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-3152546310.26753/jfks.v5i2.1944Identifikasi Mutu Simplisia dan Ekstrak Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack)
https://ejournal.unimugo.ac.id/index.php/jfks/article/view/1862
<div align="center"><table width="696" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0"><tbody><tr><td valign="top" width="446"><p>Sungkai (Peronema canescens Jack.) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Tanaman ini khususnya pada bagian daun diketahui mengandung flavonoid alkaloid saponin tanin dan terpenoid atau steroid yang berperan sebagai antioksidan. Namun data terkait variasi mutu simplisia dan ekstrak daun sungkai masih terbatas sehingga berpotensi memengaruhi konsistensi aktivitas dan kualitas produk herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dalam simplisia dan ekstrak daun sungkai, serta menguji kemampuan antioksidannya dengan metode DPPH. Penelitian ini diawali dengan pengambilan daun sungkai segar yang kemudian diolah menjadi simplisia dan diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi. Karakterisasi simplisia dan ekstrak dilakukan melalui uji organoleptik, penetapan parameter spesifik dan nonspesifik, serta skrining fitokimia. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan vitamin C sebagai pembanding serta mengacu pada kriteria klasifikasi nilai IC₅₀ untuk menentukan tingkat kekuatan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak daun sungkai mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta terpenoid/steroid. Parameter mutu simplisia memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia. Uji DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ vitamin C sebesar 7,80 ppm dan ekstrak daun sungkai sebesar 14,55 ppm. Keduanya termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, meskipun ekstrak daun sungkai sedikit lebih rendah dibanding vitamin C. Temuan ini menunjukkan bahwa daun sungkai berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami serta menjadi dasar dalam upaya standardisasi bahan baku dan pengembangan sediaan herbal. </p></td></tr></tbody></table></div>Muhammad Ma'rufDwi Rizki FebriantiEka KumalasariDanang Prasetyaning AmuktiBlegoh Iwan Santoso
Copyright (c) 2025 Muhammad Ma'ruf, Dwi Rizki Febrianti, Eka Kumalasari, Danang Prasetyaning Amukti Amukti, Blegoh Iwan Santoso3 Santoso
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-12-312025-12-3152647710.26753/jfks.v5i2.1862