Faktor-faktor yang berhubungan kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap

Siska Hermawati, Ahdun Trigono, Laila Ulfa

= https://doi.org/10.26753/jikk.v21i2.1871
Abstract views = 356 times | views = 90 times

Abstract


Rekam medis merupakan dokumen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi antarprofesi, dasar pengambilan keputusan klinis, dan bukti legal. Namun, masalah ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih sering dijumpai di rumah sakit, termasuk di ruang rawat inap. Ketidaklengkapan ini dapat menurunkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang, serta mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) di ruang rawat inap, dengan sampel 109 responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian menunjukkan 65,1% rekam medis dinyatakan lengkap, sedangkan 34,9% tidak lengkap. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kelengkapan pengisian rekam medis adalah pengetahuan (p=0,002), beban kerja (p=0,014), dan lama kerja (p=0,031). Analisis regresi logistik menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan dengan OR=6,21 (95% CI: 2,03–18,94). Kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap masih belum optimal. Pengetahuan, beban kerja, dan lama kerja berpengaruh signifikan, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Rumah sakit perlu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan rutin, mengatur beban kerja secara proporsional, serta memperkuat supervisi untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis

Keywords


rekam medis; pengetahuan; beban kerja; lama kerja; tenaga kesehatan

Full Text:

PDF

References


Afriyanti, L. (2009). Rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Aisyah, N. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pengisian rekam medis di rumah sakit. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 112–120.

Azis, R., Hidayat, A., & Ramadhan, M. (2022). Pengaruh supervisi dan sosialisasi SOP terhadap kepatuhan pengisian rekam medis. Jurnal Manajemen Rumah Sakit Indonesia, 7(1), 45–53.

Azwar, S. (2021). Sikap manusia: Teori dan pengukurannya (3rd ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cicilia, L. (2015). Hubungan pengetahuan tenaga kesehatan dengan kelengkapan pengisian rekam medis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9(3), 130–137.

Hidayat, R., Saraswati, D., & Kurniawan, M. (2023). Pengalaman kerja dan kepatuhan dokumentasi medis tenaga kesehatan. Jurnal Penelitian Kesehatan, 11(1), 55–64.

Kemenkes RI. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kristanto, T. (2022). Hubungan beban kerja dengan kelengkapan rekam medis pada perawat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), 89–96.

Mahendra, D. (2018). Mutu pelayanan rumah sakit dalam perspektif manajemen kesehatan. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 21(3), 145–152.

Mustofa, R., Ulfa, S. N., & Rosyidah, I. (2022). Sikap tenaga kesehatan dan kepatuhan pengisian rekam medis. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 8(2), 101–109.

Notoatmodjo, S. (2020). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, A., Aminah, S., & Ramadhan, D. (2022). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap mutu dokumentasi medis. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(4), 220–229.

Putri, R., Lestari, S., & Saputra, H. (2022). Evaluasi kelengkapan rekam medis berdasarkan penerapan kebijakan rumah sakit. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo, 8(2), 75–84.

Rahmawati, D., Sari, M., & Wulandari, E. (2022). Kelengkapan rekam medis di rumah sakit umum daerah: Analisis faktor penyebab. Jurnal Penelitian Administrasi Kesehatan, 10(1), 33–41.

Ramadhan, A., Lieskyantika, P., & Purwanti, T. (2022). Pengaruh reward and punishment terhadap kepatuhan pengisian rekam medis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 16(3), 187–196.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2021). Perilaku organisasi (16th ed.). Jakarta: Salemba Empat.

Romansyah, A. (2022). Pelatihan peningkatan pengetahuan dan kepatuhan dokumentasi medis. Jurnal Keperawatan Soedirman, 17(1), 44–52.

Sari, A., Rosyidah, I., & Anindya, P. (2023). Implementasi kebijakan pengisian rekam medis di RS X Yogyakarta. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, 11(2), 98–106.

WHO. (2021). Medical records and patient safety: Technical report. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2022). Workload indicators of staffing need (WISN): User manual. Geneva: World Health Organization.

Yuliana, D., Prasetyo, B., & Muzuh, A. (2023). Hubungan pengetahuan tenaga kesehatan dengan kualitas dokumentasi rekam medis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 122–130.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View My Stats

Creative Commons License

JIKK (e-ISSN: 2598-9855; p-ISSN: 1858-0696) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Universitas Muhammadiyah Gombong
Address: Jl. Yos Sudarso No.461 Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54412.
Phone: (0287) 472433 | Email: jikk@unimugo.ac.id